logo pt. charis bangun indonesia

Kenali Perbedaan Lift Barang dan Penumpang

Desember 16, 2021

Lift barang dan lift penumpang memiliki tujuan utama yang sama. Prinsip dasar di balik fungsi lift adalah gerakan tersinkronisasi dari kabel traksi dan sistem penyeimbang yang sesuai dalam arah yang berlawanan. Jadi ketika kabel traksi bergerak ke atas komponen-komponen pembentuknya bergerak ke arah yang berlawanan. 

Meskipun tujuan dan sistem dasarnya sama, lift barang dan lift penumpang memiliki beberapa perbedaan. Simak artikel ini untuk mengetahui perbedaan antara lift barang dan lift penumpang serta jenis-jenis lift yang mungkin belum Anda ketahui.

perbedaan lift barang dan penumpang

Perbedaan umum lift barang dan lift penumpang

Lift barang dan lift penumpang sama-sama mengangkat dan memindahkan objek dari suatu lokasi ke tempat yang memiliki tingkat ketinggian yang berbeda. Perbedaan mencolok adalah sesuatu yang diangkut oleh kedua lift ini. Lebih detail lagi, berikut tiga perbedaan antara lift barang dan lift penumpang:

  • Kapasitas muatan
  • Luas ukuran sangkar
  • Safety device

Jenis Lift berdasarkan Penggunaannya

Selain dikelompokkan berdasarkan sistem penggeraknya, sebuah lift juga dapat dibedakan berdasarkan fungsinya. Contohnya seperti lift penumpang, lift barang, lift dumbwaiter, lift rumah sakit dan lift pemandangan. Artikel kali ini fokus pada perbedaan lift barang dan juga penumpang oleh karena itu Anda bisa melihat jenis lift lainnya di sini

1. Lift Penumpang

Lift penumpang memiliki kerangka yang sepenuhnya tertutup dan bergerak secara vertikal di dalam poros lift. Penumpang diangkut antar lantai dengan kecepatan cukup cepat dan sistem kontrol yang sering dirancang untuk memberikan distribusi penumpang paling ekonomis di seluruh gedung. Beberapa keuntungan dari lift penumpang adalah sebagai berikut:

  • Perjalanan cepat antar lantai mulai dari 0,6 meter per detik
  • Tidak memakan banyak ruang
  • Dapat memiliki poros yang sepenuhnya mengkilap
  • Pekerjaan bangunan kecil
  • Tidak menyebabkan beban horizontal pada bangunan

2. Lift Barang

Tujuan utama dari desain sebuah lift barang adalah penggunaan yang efektif untuk pemindahan muatan atau material dari lantai ke lantai yang berbeda pada kondisi kerja berat. Lift jenis ini memiliki kecepatan lebih lambat jika dibandingkan dengan lift penumpang. 

Penggunaan lift barang ini banyak digunakan karena nilai praktisnya. Oleh karena itu jenis lift ini dirancang dengan keamanan tingkat tinggi, meliputi panel dinding baja, lantai baja berat dan pintu lift yang memiliki tingkat kekuatan tinggi. Lift barang biasanya memiliki pintu yang dapat dibuka secara vertikal. Bahkan terdapat model lama dari lift barang yang menggunakan gerbang kayu sehingga harus dioperasikan secara manual.

Lift barang memiliki klasifikasi yang berbeda dengan lift penumpang. Ada beberapa pengelompokkan yang menentukan kapasitas maksimum dan proses bongkar/muat yang diizinkan. Terdapat lima jenis pengelompokan lift, berikut penjelasannya:

Kelas A: Pemuatan Barang Umum

Jenis lift ini digunakan sebagai sarana distribusi berbagai jenis muatan.Kapasitasnya cukup besar dengan catatan berat satu muatan atau barang tidak melebihi ¼ kapasitas yang ada. Beban ditangani di dalam dan di luar platform mobil dengan hand pallet atau secara manual.

Kelas B: Pemuatan Kendaraan Bermotor

Lift ini banyak ditemukan pada bengkel, pabrik,warehouse dan bahkan tempat pencucian produk otomotif karena fungsinya yang mampu mengangkut mobil, motor, truk dan sebagainya.

Kelas C1: Pemuatan Truk Industri

Kelas C1 memiliki muatan yang lebih besar lagi jika dibandingkan dengan 3 tipe di atas. Pada penggunaannya, kendaraan roda empat yang membawa beban muatan bisa masuk dan dipindahkan menggunakan lift. Perlu diperhatikan, berat gabungan kendaraan dan beban tidak dapat melebihi kapasitas lift. 

Kelas C2: Pemuatan Truk Industri

Lift barang kelas C2 memiliki kemampuan yang lebih tinggi dari kelas C1. Jenis ini mampu mengangkat dan memindahkan muatan dari lantai satu dengan yang lainnya dengan beban mencapai 150% dari kapasitasnya.

Kelas C3: Bentuk Pemuatan Truk Industri Lainnya

Lift barang ini paling sering digunakan untuk mengangkut beban yang memiliki berat yang sama dengan kapasitas maksimum lift.

Jenis dan Sistem Lift yang Sering Digunakan

Keberadaan lift sangat dibutuhkan di gedung bertingkat. Pada kenyataannya, tidak semua gedung memiliki jenis lift yang sama. Hal ini dikarenakan adanya persyaratan standar yang ditetapkan oleh Sistem Keselamatan Otis dan elevator harus dirancang untuk memenuhi semua kebutuhan berbagai jenis pengguna elevator yang mengunjungi suatu gedung. Ada berbagai pilihan lift yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan ini.

Baca Juga: Kontraktor MEP, Mekanikal Elektrikal Plumbing, & ME Terbaik

1. Lift Hidrolik

Piston untuk penopang biasanya diletakkan di bagian bawah untuk mendorong mobil lift ke atas sedangkan cairan hidrolik dipaksa turun oleh motor listrik. Jenis lift ini sering ditemukan pada gedung dengan 2 hingga 9 lantai dengan maksimum kecepatan 200 kaki per menit dan pilihan untuk diikat dengan tali untuk meningkatkan gerakan dengan batas 60 kaki. 

Lift dengan sistem hidrolik umumnya memiliki lubang dengan sheave di bawah lantai lubang untuk mendukung piston retraksi. Ada juga elevator hidrolik tanpa lubang perawatan rendah yang memiliki piston teleskopik di dasar lubang dan dapat menempuh jarak 50 kaki atau jika non-teleskop, lift ini dapat menempuh jarak 20 kaki.

2. Lift Traksi

Lift traksi memiliki motor listrik di atas poros yang dilewati tali untuk menaikkan dan menurunkan lift. Jenis lift ini menggunakan penyeimbang untuk menghilangkan berat penumpang agar terjadi pergerakan yang lebih mudah. Dilengkapi Terdapat Geared Traction yang memiliki gearbox sebagai penggerak roda yang menggerakkan tali hingga 500 kaki per menit. Tetapi ada jenis lift traksi tanpa gear dan roda gigi pengatur kecepatan sehingga dapat bergerak hingga 2.000 kaki per menit.

3. Lift Vacuum 

Jenis lift ini digerakkan oleh udara dan tidak menggunakan kabel atau katrol apa pun untuk beroperasi. Lift vacuum adalah tabung yang dikendalikan oleh udara di atas dan di bawah mobil lift. Tekanan udara akan mendorong tabung ke atas atau tekanan udara diminimalkan untuk membawa lift ke bawah. Lift ini dibuat dengan bahan polikarbonat dan aluminium. 

Sejauh ini ada tiga tipe lift vacuum. Pertama lift berkapasitas untuk satu orang. Kedua, lift khusus pengguna kursi roda dan terakhir lift dengan penumpang maksimal tiga orang. Kekurangan dari jenis ini yaitu muatan penumpang yang dapat diangkut jumlahnya terbatas.

4. Lift Machine-Room-Less

Jenis lift ini ternyata umum ditemukan di bertingkat menengah. Lift Machine-Room-Les (MCR) diberi nama demikian karena hanya membutuhkan konservasi energi dan kebutuhan ruang yang lebih sedikit. MCR lift dirancang dengan ruang override dan diinstal dengan mesin yang hanya dapat diakses melalui bagian atas lift. Mereka juga memiliki batas ruang yang ditetapkan pada jarak 250 kaki.

Demikianlah informasi mengenai lift barang dan lift penumpang. Semoga dengan artikel ini bisa membantu Anda untuk lebih mengenal dan juga dapat membedakan kedua jenis lift tersebut.

Anda membutuhkan bantuan untuk pengadaan dan pemasangan lift barang atau penumpang anda? Anda dapat menghbubungi PT. Charis Bangun Indonesia yang siap membantu kebutuhan Jasa Mekanikal Gedung anda.

Baca Artikel di Kategori Lainnya
Tentang Penulis
Cahyanto Waskita
Engineer, Writer
Cahyanto Waskita adalah penulis, insinyur, dan digital marketer dari PT. Charis Bangun Indonesia. Membagikan informasi mengenai Layanan Kontraktor Mekanikal Elektrikal. Menambah wawasan untuk masyarakat.

Artikel Lainnya

Kenali Perbedaan Lift Barang dan Penumpang

Lift barang dan lift penumpang memiliki tujuan utama yang sama. Prinsip dasar di balik fungsi lift adalah gerakan tersinkronisasi dari kabel traksi dan sistem penyeimbang yang sesuai dalam arah yang berlawanan. Jadi ketika kabel traksi bergerak ke atas komponen-komponen pembentuknya bergerak ke arah yang berlawanan.  Meskipun tujuan dan sistem dasarnya sama, lift barang dan lift […]

Kenali Electrik Pump yang Berfungsi untuk Sistem Pemadam Kebakaran

Electrik pump adalah perangkat mekanis berupa pompa yang digerakkan dengan tenaga listrik. Sistem pompa ini dapat diaplikasikan pada berbagai keperluan lain salah satunya untuk sistem pemadam kebakaran atau fire fighting system. Simak informasi di bawah ini mengenai electrik pump yang ada pada sistem pemadam kebakaran. Apa itu Electrik Pump? Pada umumnya perangkat ini digunakan untuk […]

Jockey Pump dan Fungsinya pada Instalasi Pemadam Kebakaran

Dalam sebuah sistem hydrant atau sistem pemadam kebakaran, ada tiga jenis pompa yang digunakan untuk mengatur aliran air yaitu pompa elektrik, pompa diesel, dan pompa jockey. Ketiga pompa ini mempunyai fungsi umum mengatur aliran air dari penampungan atau reservoir ke dalam gedung. Yang membedakan dari ketiga jenis pompa ini adalah intensitas air yang dialirkan. Pompa […]

Bagaimana kami membantu Anda ?
Hubungi
PT. Charis Bangun Indonesia
PT. Charis Bangun Indonesia merupakan perusahaan kontraktor mekanikal elektrikal plumbing (MEP). Kualitas dan hasil terbaik adalah komitmen kami.
© 2021 by PT. Charis Bangun Indonesia. Created by Grow&Bless
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram